Tugas 1


ILMU BUDAYA DASAR
Tugas 1.

     1.Pengertian ilmu alamiah dasar dari beberapa tokoh (minimal 3 tokoh), kemudian disimpulkan dengan Bahasa sendiri.
Jawab:
·         Menurut Ati harmoni (1994), IAD mempermasalahkan struktur dan berlangsungnya dunia alam, dimana manusia pun dianggap sebagai bagian dari alam itu sendiri. Dan lingkungan hidup meliputi sejumlah kondisi ekstren di sekitar organisme yang ikut serta secara dekat mempengaruhi kehidupan dan perkembangan organisme yang bersangkutan.
·         Menurut ibnu mas’ud dan joko paryono (1998), Ilmu Alamiah dasar (IAD) sering disebut Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan akhir-akhir ini ada juga yang menyebut dengan Ilmu Kelaman yang dalam bahasa Inggris disebut Natural Science atau disingkat Science dan dalam bahasa Indonesia sudah lazim digunakan istilah Sains. IAD merupakan ilmu pengetahuan yang mengkaji gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. Ilmu Alamiah Dasar (Basic Natural Science) hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang esensial saja.
·         Menurut Maskoeri jasin (2012), ilmu pengetahuan yang mengkaji gejala-gejala dalam alam  semesta ini, termasuk bumi yang terbentuk dengan menggunkan konsep dan prinsip ilmu dasar
·         Kesimpulan à ilmu alamiah dasar (IAD) adalah ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala alam semesta, termasuk bumi. Dan IAD juga mempelajari tentang manusia yang  dianggap sebagai bagian dari alam itu sendiri.


2.     Jelaskan perkembangan alam pikiran manusia
a.      Pengertian, berikan contoh dari mitos,legenda,dan cerita rakyat.
b.     Jelaskan bagaimana cara manusia memperoleh pengetahuan
c.      Jelaskan bagaimana manusia bisa begitu mudah menerima mitos karena akibat keterbatasan penalaran dan keingintahuannya untuk sementara dapat terjawab.
Jawab:
Perkembangan alam pikiran manusia:
1.      Sifat unik manusia : manusia sebagai makhluk tertinggi memiliki perilaku yang lebih sempurna. Namun secara umum makhluk tersebut memiliki beberapa prinsip yang sama, antara lain, daya gerak, naluri untuk mempertahankan diri, serta untuk mengembangkan keturunannya. Dibandingkan dengan makhluk lain, jasmani manusia adalah lemah, tetapi rohani atau akal budi dan kemauannya sangat kuat.
2.      Rasa ingin tahu : dengan akal budi yang dimiliki pada manusia timbul rasa ingin tahu yang selalu berkembang. Rasa ingin tahu itu tidak pernah dapat dipuaskan. Dalam benaknya manusia selalu bertanya karena keingintahuannya: apa sesungguhnya (know what), bagaimana sesuatu terjadi (know how), dan mengapa demikian (know why) tentang benda dan peristiwa yang terjadi di sekitarnya, termasuk juga ingin tahu tentang dirinya sendiri.
A.    Pada awal prasejarah kemampuan manusia masih terbatas, baik keterbatasan pada peralatan maupun peterbatasan pemikiran. Keterbatasan itulah yang menyebabkan pemecahan masalah menjadi kurang tepat. Dengan demikian pengetahuan yang terkumpul belum dapat memberikan kepuasan terhadap rasa ingin tahu manusia, dan masih jauh dari kebenaran. Untuk menjawab keingintahuan tentang alam, manusia menciptakan mitos. Mitos merupakan cerita yang dibuat-buat atau dongeng yang pada umumnya menyangkut tokoh kuno, seperti dewa atau manusia perkasa, yang ada kaitannya dengan apa yang terdapatt di alam.
B.     Kegiatan untuk memperoleh atau menemukan pengetahuan yang benar disebut berpikir, sedangkan proses berpikir dalam menarik kesimpulan yang benar disebut penalaran. Pengetahuan yang diperoleh tidak berdasarkan penalaran digolongkan pada pengetahuan yang non ilmiah atau bukan ilmu pengetahuan. Ada beberapa cara untuk memperoleh pengetahuan yang tidak berdasarkan penalaran yaitu, 1. Prasangka, pengambilan kesimpulan berdasarkan perasaan. 2. Intuisi, kegiatan berpikir yang tidak analistis, tidak berdasarkan pola berpikir tertentu. Coba-ralat atau trial and error, suatu cara untuk memperoleh pengetahuan secara cobba-coba atau untung-untung.
C.    Manusia mudah mempercayai mitos karena kemampuan manusia sangat terbatas, baik keterbatasan pada peralatan maupun peterbatasan pemikiran. Keterbatasan peralatan menyebabkan hasil pemecahan masalah memberikan kesimpulan yang kurang tepat. Dengan demikian pengetahuan yang terkumpul belum dapat memberikan kepuasan terhadap rasa ingin tahu manusia, dan masih jauh dari kebenaran. Akibat dari itulah untuk menjawab keingintahuan tentang alam, manusia menciptakan mitos. Mitos merupakan cerita yang dibuat-buat atau dongen yang pada umumnya menyangkut tokoh kuno, seperti dewa atau manusia perkasa yang ada kaitannya dengan apa yang terdapat di alam.


3.     Tentang metode ilmiah.
a.      Jelaskan bagaimana cara memperoleh pengetahuan yang tidak ilmiah dan yang ilmiah.
b.     Sebutkan dan jelaskan langkah-langkah operasional metode ilmiah.
c.      Sebutkan keunggulan dan keterbatasan serta peranan metode ilmiah dalam perkembangan ilmu pengetahuan.
Jawab:
A.    Pada dasarnya, ada dua cara memperoleh ilmu pengetahuan alam (sains), yaitu dengan cara nonilmiah dan cara ilmiah. Menurut sejarahnya, cara nonilmiah digunakan terlebih dahulu daripada cara ilmiah karena keterbatasan daya pikir manusai. Salah satu cara memperoleh pengetahuan dengan cara nonilmiah adalah dengan cara coba-coba. Pengetahuan dengan cara coba-coba diperoleh melalui pengalaman langsung. Sesuatu yang dianggap benar diperoleh sebagai hasil dari serangkaian percobaan yang tidak sistematis. Mula-mula dicoba, hasilnya salah, dicoba lagi, salah lagi, dicoba lagi, sampai akhirnya ditemukan yang benar. Salah satu cara memperoleh pengetahuan dengan cara ilmiah adalah dengan metode ilmiah. Metode ilmiah adalah langkah-langkah yang sistematis untuk memperoleh ilmu pengetahuan alam (sains) sehingga diperole pengetahuan yang benar. Kebenaran itu terbuka untuk diuji oleh siapa saja yang ingin mengujinya.
B.     Langkah-langkah operasional metode ilmiah:
a.       Perumusan masalah
Yang di maksud dengan masalah merupakan pertanyaan apa,mengapa atau bagaimana tentang suatu objek yang ditiliti. Malasah ini harus jelas batas-batasnya serta dikenal faktor-faktor yang mempengaruhinya.
b.      Penyunan hipotesis
Merupakan jawaban sementara atau dugaan jawaban pertanyaan yang diajukan, materinya merupakan kesimpulan dari kerangka yang di kembangkan.
c.       Pengujian hipotesis
Merupakan pengumpulan fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis yang telah diajukan untuk dapat memperlihatkan apakah fakta-fakta tersebut mendukung hipotesis atau tidak.
d.      Penarikan kesimpulan
Penarikan kesimpulan bedasarkan atas penilaian melalui analisis dari fakta untuk melihat apakah hipotesis yang diajukan atau tidak. Hipotesis diterima bila fakta yang terkumpul itu mendukung hipotesis tersebut

C.    Dengan metode ilmiah dapat dihasilkan pengetahuan ilmiah. Kita sudah mengetahui bahwa yang digunakan untuk mengambil kesimpulan ilmiah berasan dari data pengamatan. Kita melakukan pengamatan dengan panca indera yang mempunyai keterbatasan kemampuan menangkap suatu fakta. Jadi, kemungkinan keliru dari kesimpulan ilmiah tetap ada. Oleh karena itu, kebenaran ilmiah bersifat tentative. Artinya, sebelum ada kebenaran ilmu yang dapat menolak kesimpulan maka kesimpulan itu dianggap benar. Sebaliknya, kesimpulan yang dapat menolak kesimpulan ilmiah yang terdahulu, menjadi kebenaran yang baru. Metode ilmiah juga tidak mungkin bisa mengjangkau objek yang bersifat inmateril (gaib), dikarenakan tidak adanya wujud, ukuran dan timbangan yang jelas. Sedangkan keunggulan metode ilmiah ialah memupuk sifat objektif, metodik, sistematik yang merupakan ciri khas pengetahuan ilmiah yang akan membimbig kita pada sikap ilmiah terpuji.
Peranan metode ilmiah dalam perkembangan ilmu pengetahuan adalah untuk memberikan penjelasan logis dalam ilmu empiris. Metode ilmiah juga sebagai landasan dalam melakukan suatu penelitian ilmiah serta juga berperan dalam memberikan bukti yang konkrit terhadap suatu ilmu pengetahuan.

DAFTAR PUSTAKA
Harmoni, Ati. (1994). Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: Universitas Gunadarma.
Jasin, Maskoeri. (2012). Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Mas’ud, Ibnu. (1998). Ilmu Alamiah Dasar. Bandung: Pustaka Setia.
Prasodjo, budi., Naryoko.,dkk. (2002). IPA 1A. Jakarta: Yudhistira.
Ruwanto, Bambang. (2006). Asas-Asas Fisika 1A. Jakarta: Yudhistira.

Komentar